Bisnis makanan online memang lagi naik daun sejak pandemi dan masih terus berkembang sampai sekarang. Dengan target pasar yang didominasi oleh milenial dan gen Z, berdasarkan data dari GoodStats.
Yang buat lebih menarik, siapa pun bisa memulai usaha dari rumah dengan modal yang kecil. Cukup modal skill masak, smartphone buat foto-foto, dan niat yang sungguh-sungguh.
Kendati demikian, Anda tetap butuh strategi yang tepat agar bisnis bisa bertahan dan bersaing di pasar. Tidak bisa asal bikin produk, posting, dan dibiarkan saja.
Nah, di sini kita akan bahas langkah demi langkah cara memulai bisnis makanan online yang praktis dan mudah diikuti, bahkan untuk pemula!
Cara Memulai Bisnis Makanan Online untuk Pemula

Apa pun jenis makanan yang Anda jual, baik itu camilan, makanan sehat, atau menu rumahan, semuanya bisa sukses asal tahu caranya. Yuk, simak!
1. Riset Konsumen, Lalu Tentukan Niche Makanan Anda
Ya. Cara memulai jualan makanan online pertama Anda harus riset, riset, dan riset. Terlebih lagi kalau Anda belum memiliki kepastian arah usaha ini ingin kemana.
Setidaknya Anda tahu siapa yang akan beli dan mengonsumsi makanan yang ingin dijual. Tujuan riset ada tiga:
- Supaya Anda tidak asal masak.
- Tidak keras kepala ingin jual produk A/B saja padahal aslinya tidak laku.
- Tidak mengeluarkan biaya pemasaran yang sia-sia.
Cara riset online ada banyak. Anda bisa lihat tren terbaru yang populer di media sosial, aplikasi pesan antar, atau platform marketplace.
Riset juga bisa dilakukan dengan bertanya ke mesin pencari seperti Google. Intinya, kulik makanan apa yang lagi banyak diminati.
Kalau dari laporan Grab, ada dua jenis makanan yang jadi favorit banyak orang: lokal (ayam goreng, kentang goreng, udang keju, bakmi, nasi) dan internasional (Korea, Jepang, Tionghoa).
Setelah tahu tren, coba pikirkan dan cari tahu siapa yang akan jadi target konsumen Anda. Anak muda, pekerja kantoran, atau keluarga?
Semisal Anda ingin berjualan online di lingkungan sekitar saja, perhatikan siapa penghuni paling banyak di sana dan bagaimana perilaku belanja mereka.
Contoh perilaku belanja: Mahasiswa yang sibuk belajar/organisasi dan punya banyak tugas. Mereka tidak punya banyak waktu untuk masak sendiri, namun bujet belanja terbatas.
Besar kemungkinan mereka akan beli makanan yang terjangkau dan mengenyangkan. Nah, Anda bisa menargetkan mereka dengan menjual produk nasi dan ayam, dengan penawaran pilihan paket hemat.
Alternatif lain, buat usaha kuliner online prasmanan di mana mereka bisa pilih nasi sendiri dan lauk rumahan yang diinginkan.
Langkah selanjutnya adalah menentukan niche. Tujuannya agar Anda tidak perlu beli banyak bahan baku yang berbeda dan melaksanakan strategi pemasaran yang berbeda pula.
Jadi, Anda fokus jualan di satu jenis makanan tertentu saja, contohnya makanan sehat, lauk rumahan, sambal tradisional, camilan kekinian, atau makanan beku.
Niche ini juga akan memudahkan calon pelanggan untuk langsung tahu Anda ahli dalam membuat apa dan apa saja produk dagangan Anda.
Baca juga: 11 Cara Memulai Usaha Kuliner dari Nol, Strategi Sukses untuk Pemula!
2. Ciptakan Brand yang Relevan dan Mudah Diingat
Cara memulai bisnis makanan online kedua adalah menciptakan brand atau merek yang relevan dan mudah diingat.
Mengapa demikian? Agar nama bisnis Anda mudah diucapkan, mudah nempel di kepala, dan mudah dicari oleh pelanggan.
Oleh sebab itu, pilih yang simpel saja tetapi punya arti atau berkaitan dengan produk yang dijual.
Contohnya brand Mie Gacoan yang menjual aneka mie, camilan, dan minuman. Contoh lain Ayam Bakar Mas Mono yang menjual nasi, ayam bakar, dan lauk.
Setelah punya nama, lanjut ke desain logo. Tidak perlu yang mewah, yang penting eye-catching dan mudah dikenali.
Logo ini nanti akan dipakai di semua media promosi Anda, mulai dari packaging sampai platform penjualan.
Jadi, pastikan desainnya konsisten dan sesuai dengan karakter brand, supaya mudah dikenali oleh pelanggan.
Anda juga harus memastikan kalau brand yang ingin dibuat belum pernah dipakai oleh orang lain. Ini dilakukan untuk mencegah tuntutan hukum atas pelanggaran hak cipta.
3. Pilih Platform Penjualan Online atau Jasa Pengiriman
Di Indonesia, ada tiga aplikasi pesan antar yang paling populer, di antaranya GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.
Untuk marketplace, Anda bisa coba Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Semua platform ini punya banyak pengguna, jadi peluang produk Anda dikenal akan lebih besar.
Proses pendaftaran di aplikasi pesan antar umumnya tidak ribet. Anda tinggal daftar sebagai merchant lewat aplikasi mereka, seperti di GoBiz (untuk GoFood) atau GrabMerchant (untuk GrabFood).
Anda perlu isi data bisnis, unggah dokumen penting seperti KTP dan NPWP, lalu tunggu verifikasi dari pihak mereka. Setelah akun aktif, Anda bisa langsung berjualan.
Marketplace seperti Tokopedia atau Shopee juga tidak jauh beda. Anda hanya perlu buat akun, isi informasi toko, dan unggah produk lengkap dengan deskripsi dan foto yang menarik.
Satu hal penting, pastikan Anda pilih jasa pengiriman yang cepat dan aman. Pasalnya, pelanggan tidak akan senang kalau makanannya sampai dalam kondisi berantakan.
Fokus saja dulu pada satu atau dua aplikasi berdasarkan target pasar dan lokasi bisnis Anda agar nanti tidak kewalahan mengurus orderan.

4. Tentukan Harga Jual dari Biaya Operasional
Harga jual dapat menjadi faktor penentu kelangsungan bisnis Anda. Jadi, jangan asal pasang harga. Kalau Anda salah hitung, bisa-bisa malah rugi. Atau sebaliknya, pelanggan kabur karena terlalu mahal.
Jadi, Anda harus perhitungkan semua biaya operasional sebelum menetapkan harga di cara berjualan makanan online untuk pemula ini, seperti:
- Biaya bahan baku per porsi
- Biaya packaging
- Ongkos kirim
- Biaya gas, listrik, air
- Komisi platform (kalau pakai GoFood/GrabFood)
- Margin keuntungan (minimal 30%)
Untuk bahan baku, kalau Anda jualan nasi kotak, cek harga beras, lauk, bumbu, dan semua bahan lain yang dibutuhkan. Jangan lupa juga biaya kemasan, karena tampilan makanan online juga berpengaruh besar.
Setelah itu, perhitungkan biaya lain seperti ongkos kirim (kalau Anda sendiri yang tanggung), listrik, dan gas yang dipakai buat masak.
Hitung juga biaya tenaga kerja, kalau Anda punya karyawan. Dari semua biaya ini, tambahkan margin keuntungan yang Anda mau.
Agar lebih jelas, berikut kami cantumkan tabel perhitungan sederhana untuk produk nasi ayam kotak:
| Nomor | Item | Harga (Rp) |
|---|---|---|
| 1 | Beras (per porsi 150 g) | 2.500 |
| 2 | Ayam Goreng (per potong) | 8.000 |
| 3 | Sambal (per porsi) | 1.000 |
| 4 | Lalapan (per porsi) | 500 |
| 5 | Kemasan (box, sendok plastik, tisu) | 2.000 |
| 6 | Gas/Listrik (per porsi) | 1.000 |
| 7 | Biaya Pengiriman (GoFood) | 2.000 |
| 8 | Biaya Lain (minyak & bumbu) | 1.000 |
| 9 | Total | 18.000 |
Biasanya, margin keuntungan sekitar 20-30%. Tapi, ini juga tergantung dari jenis makanan yang Anda jual dan pasar yang ditargetkan.
Diambil dari tabel di atas dan margin keuntungan 30%, harga jual produk nasi ayam kotak adalah Rp23.400 (bisa dibulatkan menjadi Rp24.000).
Jangan lupa cek juga bagaimana kompetitor bisnis Anda memasang harga produk makanan mereka, dan apa saja yang didapatkan di setiap jenis produk.
5. Gunakan Visual dan Deskripsi yang Menarik
Cara memulai bisnis makanan online selanjutnya, Anda perlu memperhatikan visual dan deskripsi dari produk yang dijual. Sebab, visual dan deskripsi produk itu sangat berpengaruh di bisnis ini.

Konsumen tidak bisa lihat atau cicip langsung makanan Anda, jadi mereka bergantung dengan foto dan deskripsi untuk menentukan apakah mereka tertarik untuk membeli.
Foto yang jelas dan jujur bisa bikin makanan Anda kelihatan lebih menggoda, sementara deskripsi yang lengkap bisa membantu pelanggan memahami apa yang Anda tawarkan.
Manfaatnya? Coba bayangkan saja Anda sedang melihat dua foto makanan. Yang satu buram dan gambar pecah-pecah, sementara yang satu lagi terang, fokus, dan makanannya kelihatan segar.
Pasti Anda lebih memilih yang fotonya bagus, bukan? Walaupun demikian, Anda tidak perlu membeli peralatan photography yang mahal.
Pakai saja smartphone yang punya kamera cukup baik. Pastikan pencahayaannya bagus. Kalau bisa, foto di dekat jendela sewaktu siang hari dengan cahaya alami.
Atur makanan agar tampilannya rapi dan menarik. Gunakan background yang simpel, jangan terlalu ramai biar makanan tetap jadi fokus.
Kalau soal deskripsi, pastikan lengkap dan mudah dipahami. Jelaskan bahan-bahannya, apa yang buat makanan Anda spesial, dan kenapa orang harus coba.
Contohnya, “Burger daging sapi 100% homemade dengan saus BBQ, disajikan dengan kentang goreng renyah.”
Contoh deskripsi yang lain, “Ayam geprek crispy, disirami sambal fresh level 1-5, porsi jumbo dengan nasi panas dan lalapan segar.”
Baca juga: Langkah Memulai Bisnis Kuliner dari Nol Harus Diperhatikan
6. Buat Strategi Pemasaran Usaha Kuliner Online Anda
Cara paling efektif dan minim bujet untuk pemasaran adalah dengan memakai media sosial, platform marketplace, dan aplikasi pesan antar itu sendiri.
Pertama, manfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok. Post konten yang menarik, misalnya foto atau video behind-the-scenes saat Anda memasak.
Anda juga bisa pakai fitur Instagram Stories atau Reels buat menunjukkan menu spesial atau promo. Atau berkolaborasi dengan food influencer yang tidak terlalu mahal untuk memperluas jangkauan.
Untuk platform marketplace seperti Shopee atau Tokopedia, pastikan deskripsi produk Anda jelas dan fotonya menarik.
Jangan cuma upload foto asal-asalan. Beri deskripsi lengkap tentang makanan, bahan, dan kelebihannya.
Di marketplace, sering ada fitur promo seperti flash sale atau voucher diskon yang bisa Anda pakai untuk menarik perhatian lebih banyak pembeli.
Di aplikasi pesan antar seperti GoFood atau GrabFood, Anda bisa memanfaatkan promo seperti diskon, gratis ongkir, atau paket hemat.
Aplikasi ini biasanya juga kasih promo buat merchant baru, jadi jangan lewatkan kesempatan itu.
Terakhir jangan lupa, review dari pelanggan sangat penting di platform ini. Usahakan Anda dapat review positif dengan pelayanan yang cepat dan makanan berkualitas.
Kesimpulan
Demikian beberapa cara memulai bisnis makanan online yang cocok untuk pemula! Memulai bisnis memang butuh persiapan, tapi tidak serumit yang banyak orang khawatirkan.
Yang penting, mulai dari riset produk yang Anda yakin enak dan konsisten pertahankan kualitasnya. Fokus dulu sama satu menu unggulan kalau bisa, kuasai prosesnya, baru kembangkan menu lain.
Jangan lupa selalu siap menerima feedback dari pelanggan untuk perbaikan ke depannya. Selamat mencoba!
