top of page
  • Instagram Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • LinkedIn
  • YouTube Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • TikTok Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner

11 Cara Memulai Usaha Kuliner dari Nol, Strategi Sukses untuk Pemula!


Contoh usaha kuliner makanan korea di pingggir jalan
Contoh usaha kuliner makanan korea di pingggir jalan

Sebelum mengetahui cara memulai usaha kuliner dari nol, Anda membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang selera pasar saat ini.


Terutama jika bisnis Anda fokus pada suatu lokasi; riset sangat membantu untuk mengetahui apa yang disukai dan dibutuhkan oleh konsumen potensial bisnis.


Hal ini melibatkan analisis tren makanan terkini, preferensi yang sedang populer atau viral, serta jenis hidangan yang belum banyak tersedia di area target Anda.


Dengan menyesuaikan konsep kuliner, Anda dapat meningkatkan peluang bisnis untuk berhasil menarik pelanggan dan mempertahankan keberlangsungan usaha.


Lalu, apa langkah selanjutnya yang bisa melengkapi riset Anda? Simak penjelasannya di bawah ini!

Daftar Isi

11 Cara Memulai Usaha Kuliner dari Nol

  1. Identifikasi Pasar yang Tinggi Peminat

  2. Pilih Konsep Kuliner yang Unik

  3. Rancang Menu yang Lezat dan Sesuai Selera Pasar

  4. Hitung Modal dan Biaya Operasional

  5. Pilih Lokasi yang Strategis

  6. Susun Strategi Pemasaran yang Efektif

  7. Kembangkan Standar Operasional yang Solid

  8. Rekrut dan Latih Tim yang Kompeten

  9. Implementasikan Teknologi yang Mendukung Operasional Bisnis

  10. Laksanakan Grand Opening

  11. 11. Evaluasi Performa Bisnis


Kesimpulan


11 Cara Memulai Usaha Kuliner dari Nol

Banyak calon pengusaha merasa cemas tentang risiko kegagalan, modal yang besar, dan kesusahan dalam menarik pelanggan.


Namun, dengan panduan yang tepat, Anda dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang keberhasilan. Berikut 11 cara yang bisa Anda ikuti:


1. Identifikasi Pasar yang Tinggi Peminat

Mulailah dengan mengumpulkan data tentang demografi, preferensi, dan kebiasaan belanja target pasar di lokasi yang sedang dipertimbangkan.


Survei langsung, wawancara, atau kuesioner online bisa sangat membantu untuk mendapatkan informasi ini.


Anda juga perlu menganalisis kompetitor untuk melihat apa yang sudah ditawarkan dan identifikasi celah yang mungkin ada.


Contohnya dengan berkunjung, melihat menu, dan mencoba produk yang mereka tawarkan. Lalu, analisis tren terkini yang relevan. Misalnya, jika Anda ingin membuka kafe di area perkantoran, pahami bahwa:


  • Pekerja kantoran memerlukan tempat yang nyaman untuk santai selama istirahat makan siang atau setelah jam kerja.

  • Mereka menginginkan menu cepat saji, pas di kantong, dan mengenyangkan.

  • Mereka lebih menyukai minuman kopi berkualitas dengan banyak varian: kopi susu, kopi flavour, dan kopi hitam.


Cara pertama memulai bisnis kuliner dari nol ini juga relevan jika Anda ingin membuka bisnis online. Mulai dengan analisa:


  • Produk yang memiliki banyak peminat.

  • Platform yang paling sering dipakai.

  • Preferensi cara pemesanan dan pengantaran.

  • Metode pembayaran yang disukai.


2. Pilih Konsep Kuliner yang Unik

Dalam memilih konsep, carilah sesuatu yang unik dan dapat membedakan Anda dari kompetitor, seperti:


  • Penggunaan bahan lokal yang organik.

  • Cara penyajian yang inovatif.

  • Pengalaman makan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.


Mengapa ini penting? Karena Anda bisa meninggalkan kesan pertama yang mudah diingat oleh pelanggan dan berpotensi menjadi topik pembicaraan mereka. Cukup tonjolkan saja satu aspek saja apabila modal dan sumber daya bisnis Anda masih terbatas.


Contohnya, Anda bisa mengadaptasi masakan tradisional dengan sentuhan fusion; menyatukan elemen dari dua atau lebih tradisi kuliner untuk menjadi daya tarik yang kuat.


Konsep unik ini juga berlaku jika target pasar Anda adalah keluarga. Pertimbangkan untuk menyediakan menu anak, ruang bermain yang aman, dan suasana desain yang ramah keluarga.


Masih ragu dengan konsep kuliner yang dipilih? Lakukan saja pengujian dengan pop-up kitchen atau membuka booth di acara kuliner lokal. Lalu, minta pelanggan Anda untuk memberi feedback.


3. Rancang Menu yang Lezat dan Sesuai Selera Pasar

Dalam merancang menu, Anda harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti keunikan, variasi, daya tarik visual, keseimbangan nutrisi, dan biaya.


Akan tetapi, daftar menu yang terlalu banyak juga bisa membingungkan pelanggan dan menyulitkan staf. Jadi, fokus saja pada menu yang benar diminati dan mudah dibuat untuk awal pembukaan bisnis.


Sebagai contoh, Anda ingin menjual menu makanan kebab daging ayam dan daging sapi yang lebih ‘sehat’ dibanding kompetitor lainnya.


Anda bisa menjelaskan bahwa produk kebab menggunakan sayuran lokal bebas pestisida dan mayones yang telah melalui proses pasteurisasi, sehingga lebih sehat dan tidak mengandung lemak tinggi.


Jangan lupa untuk melakukan tes resep. Anda bisa meminta pendapat dari tetangga, teman, dan keluarga. Lalu, lakukan penyesuaian yang berguna untuk meningkatkan rasa.


4. Hitung Modal dan Biaya Operasional

Memahami total modal awal dan biaya operasional yang dibutuhkan akan membantu Anda dalam perencanaan keuangan yang realistis.


Modal awal mencakup semua biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis sebelum bisa beroperasi. Biaya operasional bulanan termasuk semua pengeluaran yang berulang setiap bulan (langsung dengan contoh fiktifnya):


  • Sewa: Rp12.000.000 per tahun, jadi Rp 1.000.000 per bulan.

  • Gaji karyawan: 2 koki dan 2 pelayan, total Rp10.000.000 per bulan.

  • Bahan baku: Estimasi Rp4.000.000 per bulan.

  • Utilitas (listrik, air, internet): Rp1.000.000 per bulan.

  • Pemasaran dan iklan: Rp1.000.000 per bulan.


Setelah memahami total biaya operasional (Rp17.000.000), lanjutkan dengan menghitung break-even point (BEP), yaitu berapa banyak pendapatan yang perlu dihasilkan untuk menutupi biaya ini setiap bulan.


Misalnya, jika margin rata-rata profit dari setiap penjualan adalah 50%, maka pendapatan bulanan yang harus dicapai untuk break-even adalah:


  • Total biaya operasional bulanan / margin profit = Rp17.000.000 / 0.5 = Rp34.000.000 per bulan.


Ini berarti kafe Anda harus menghasilkan penjualan kotor setidaknya Rp34.000.000 per bulan untuk tidak merugi.


Apabila modal awal Anda terbatas, Anda bisa mengurangi dana keluar yang belum terlalu diperlukan dan mencari alternatif lain, seperti:


  • Menyewa sebuah kios kecil, berbagi ruang dengan bisnis lain, atau mulai berjualan di rumah.

  • Cari peralatan dapur yang sedang diskon atau vendor perabotan yang memberikan potongan harga.

  • Gunakan dekorasi yang sudah ada atau DIY.

  • Mulai dari skala bisnis yang kecil dan operasikan sendiri tanpa karyawan, atau ajak anggota keluarga yang serius ingin bekerjasama.

  • Ajukan proposal bisnis untuk mendapatkan suntikan dana dari calon investor atau mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan.


5. Pilih Lokasi yang Strategis

Lokasi yang tepat bisa meningkatkan visibilitas bisnis dan aksesibilitas bagi pelanggan. Ingat! Lokasi harus sesuai dengan siapa target pasar atau calon pelanggan Anda.


Analisis demografis seperti usia, pendapatan, dan kebiasaan belanja target pasar akan membantu dalam memilih lokasi yang strategis.


Kunjungi tempat yang berpotensi agar Anda mendapat gambaran yang lebih jelas tentang lalu lintas pejalan kaki dan aktivitas area tersebut. Ajak ngobrol dan tanya juga pemilik bisnis lain di area untuk mendapatkan insight tentang bisnis mereka.


6. Susun Strategi Pemasaran yang Efektif

Dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat sasaran untuk menarik perhatian pelanggan dan membangun brand bisnis kuliner Anda. Langkah awal, kenali dulu target pasar Anda.


Seseorang sedang membuat konten foto produk makanan
Seseorang sedang membuat konten foto produk makanan

Misalnya, jika Anda mau membuka kafe vegan, target pasar Anda mungkin terdiri dari konsumen yang sadar kesehatan dan peduli lingkungan. Umumnya berusia antara 18 hingga 35 tahun.


Contoh lainnya jika Anda tertarik membuat kedai kopi, target pasar Anda mungkin terdiri dari anak SMA, mahasiswa, dan pekerja kantoran dengan rentang usia 16 sampai 30 tahun.


Selanjutnya, pilih saluran pemasaran yang paling efektif, bisa jadi media sosial, website, email, atau pemasaran langsung secara offline. Karena Anda baru ingin memulai bisnis kuliner dari nol, fokus saja pada satu saluran.


  • TikTok sangat efektif untuk menjangkau target pasar generasi muda.

  • WhatsApp bisnis cocok bila bisnis Anda lebih menekankan komunikasi langsung dengan calon pelanggan.

  • Facebook bisa digunakan untuk menjangkat calon pelanggan di atas 35 tahun.

  • Instagram sangat populer di kalangan pengguna yang menyukai keindahan visual.


Untuk pemasaran digital, pastikan Anda membuat konten yang relevan dan mampu menonjolkan keunikan produk.


Tidak perlu terlalu pusing memikirkan kualitas video atau gambar; yang penting konten informatif, relevan, dan berguna bagi calon pelanggan Anda.


Anda juga bisa membuat konten yang personal berupa video aktivitas bisnis sehari-hari, apa saja yang dilakukan oleh karyawan, konten lucu mengenai pelanggan, dan lainnya.


7. Kembangkan Standar Operasional yang Solid

SOP (Standar Operasional Prosedur atau Standard Operating Procedures) adalah dokumen serangkaian instruksi yang dibuat agar dapat membantu Anda dan karyawan dalam menjalankan tugas secara terarah.


Dokumen ini mencakup segala hal dari pengadaan bahan baku, cara produksi, sampai pelayanan pelanggan.

SOP harus detail, berisi definisi, langkah-langkah, bahan yang diperlukan, dan standar kualitas yang diharapkan.


Ikuti cara di bawah untuk membuatnya:


  • Rekam semua aspek operasional yang terjadi di keseharian bisnis Anda.

  • Tonton ulang rekaman dan tulis/ketik semua proses dengan akurat.

  • Periksa apakah dokumen telah memuat informasi yang akurat dan sesuai dengan praktik terbaik yang Anda harapkan.

  • Edit format dokumen agar lebih mudah dipahami oleh seluruh karyawan.

  • Uji coba SOP yang telah dibuat dan evaluasi kembali terkait hal yang perlu disesuaikan.


8. Rekrut dan Latih Tim yang Kompeten

Anda bisa melewatkan bagian ini apabila masih memulai bisnis kuliner dari nol sendirian.


Sebelum memulai proses rekrutmen, penting untuk menentukan posisi yang paling dibutuhkan berdasarkan skala bisnis dan intensitas kerja bisnis.


Kemudian, buat deskripsi pekerjaan yang jelas untuk setiap posisi, termasuk kualifikasi yang diperlukan, tugas, dan tanggung jawab.


Pasang iklan lowongan kerja di platform yang Anda gunakan dan bagikan ke kenalan Anda; siapa tahu mereka punya rekomendasi.


Periksa CV untuk menilai pengalaman pelamar dan kualifikasi yang relevan. Lalu, hubungi mereka untuk melakukan wawancara. Untuk posisi seperti koki atau barista, adakan tes praktik agar Anda bisa menilai keterampilan mereka secara langsung.


Setelah menentukan siapa yang mengisi posisi apa, berikan mereka gambaran menyeluruh tentang bisnis Anda dan pelatihan sesuai SOP.


Anda pun bisa memberlakukan masa percobaan selama satu sampai tiga bulan, di mana performa kerja karyawan dinilai dan dievaluasi.


9. Implementasikan Teknologi yang Mendukung Operasional Bisnis

Mengelola bisnis sendiri secara manual bisa memakan banyak waktu Anda. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mendukung efisiensi bisnis agar Anda bisa mengurangi kesalahan dalam pencatatan dan meningkatkan pengalaman pelanggan.


Contoh teknologi yang dapat diimplementasikan bahkan oleh bisnis kuliner skala kecil adalah sistem POS (Point of Sale) atau aplikasi kasir seperti nutapos.


Sistem POS adalah kombinasi perangkat keras dan lunak yang memungkinkan bisnis kuliner untuk melakukan transaksi dan menyederhanakan operasi hariannya.


Aplikasi kasir nutapos menyediakan sistem ini dengan berbagai fitur yang pas untuk usaha UKM di Indonesia, dengan cara:


  • Mengotomasi proses penjualan dan pembayaran sehingga mengurangi waktu antrian dan kesalahan dalam penghitungan.

  • Memiliki fitur manajemen persediaan untuk secara otomatis memperbarui stok saat penjualan terjadi dan mempermudah pelacakan barang.

  • Memberikan data penjualan real-time yang dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat mengenai promosi, pengadaan stok, dan lainnya.


10. Laksanakan Grand Opening

Grand opening merupakan momen krusial sebagai kesempatan pertama untuk memperkenalkan bisnis Anda sekaligus membangun reputasi awal.


Ketahui langkah melaksanakannya agar proses berjalan lancar:


  • Pilih tanggal dan waktu yang strategis, seperti akhir pekan atau hari libur agar lebih banyak orang yang bisa datang.

  • Lakukan perencanaan detail, dari layout tempat, jumlah staf yang dibutuhkan, area parkir, dan fasilitas lainnya.

  • Tetapkan anggaran yang realistis untuk semua aspek grand opening, dari dekorasi hingga pemasaran.

  • Tawarkan promosi khusus, seperti diskon, kupon, atau layanan gratis tertentu bagi beberapa pengunjung pertama.

  • Gandeng influencer lokal untuk menjangkau komunitas yang lebih luas.

  • Fokus pada layanan pelanggan agar bisnis Anda bisa meninggalkan kesan yang positif.

  • Minta umpan balik dari pengunjung mengenai pengalaman mereka, melalui formulir fisik, wawancara singkat, atau survei di media sosial.


11. Evaluasi Performa Bisnis

Cara memulai usaha kuliner terakhir adalah mengevaluasi performa bisnis; sebaiknya dilakukan secara rutin, baik itu per minggu atau per bulan.


Evaluasi performa harus Anda lakukan supaya bisnis kuliner dapat berkembang dan berjalan semakin efektif. Tiga hal penting yang perlu diperhatikan adalah operasional, keuangan, dan strategi pemasaran.


a. Evaluasi Operasional

Lakukan audit terhadap proses operasional untuk memastikan semua berjalan sesuai SOP dan mencari area yang dapat dioptimalkan.


Contohnya, ukur waktu tunggu atau antrian pelanggan. Bila pesanan banyak yang menumpuk, bisa jadi ada masalah dalam pemrosesan pembayaran, input pesanan, kurangnya pelatihan karyawan, atau kapasitas produksi yang terbatas.


b. Evaluasi Keuangan

Rutin mengkaji laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Hal ini akan membantu Anda melihat pendapatan, pengeluaran, dan profitabilitas secara keseluruhan.


Anda juga harus menyesuaikan laporan stok dan keuangan, untuk melihat apakah ada kejanggalan dalam proses transaksi pembelian.


c. Evaluasi Pemasaran dan Penjualan

Evaluasi ini penting untuk mengukur pertumbuhan bisnis. Bila Anda menggunakan media sosial bisnis, lihat laporan analitik performa akun.

  • Siapa saja yang datang dan melihat konten akun Anda?

  • Mana konten yang paling berhasil menarik banyak interaksi?

  • Apakah iklan di media sosial berhasil menaikkan penjualan?


Selain itu, ada bisa langsung bertanya ke pengikut akun mengenai produk, layanan, pengalaman, dan hal apa yang dibutuhkan tetapi belum ada di bisnis kuliner Anda.


Kesimpulan

Demikian penjelasan lengkap mengenai 11 cara memulai usaha kuliner dari nol! Semua langkah tidak harus Anda kerjakan sekarang, sesuaikan saja dengan sumber daya yang ada. Yang penting, bisnis Anda bisa terus tumbuh dengan memperbaiki produk dan layanan pelanggan.


Apabila Anda tertarik untuk menerapkan sistem POS atau aplikasi kasir, jangan ragu untuk menggunakan nutapos. Kami telah dipercaya oleh 1.200+ bisnis kuliner di Indonesia! Silahkan lihat detail fitur nutapos atau beritahu kebutuhan Anda kepada Mbak Karina (CS nutapos).

תגובות


bottom of page