top of page
  • Instagram Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • LinkedIn
  • YouTube Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • TikTok Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner

7 Cara Mengelola Keuangan Usaha Kuliner yang Harus Anda Terapkan

Kalkulator dan buku pencatatan sebagai alat bantu manual cara mengelola keuangan usaha.
Kalkulator dan buku pencatatan sebagai alat bantu manual cara mengelola keuangan usaha.

Mengapa beberapa usaha bisa berkembang pesat, sementara yang lain hanya bertahan seumur jagung? Kuncinya ada di memahami cara mengelola keuangan usaha kuliner dengan tepat!


Pengelolaan keuangan memang bukan satu-satunya kunci. Namun, tanpa strategi anggaran yang baik, Anda bisa kehilangan kontrol arus kas, terjebak dalam utang, atau bangkrut.


Apabila Anda memiliki berbagai pertanyaan dan kekhawatiran seperti ini:


  • Bagaimana cara melacak pengeluaran dan pemasukan dengan rapi?

  • Bagaimana cara mengalokasikan dana secara efektif untuk operasional dan pengembangan usaha?

  • Bagaimana cara mengetahui apakah usaha saya menguntungkan atau tidak?

  • Bagaimana cara mematuhi kewajiban pajak dan regulasi yang berlaku?


Yuk, pahami pentingnya dan pelajari 7 cara praktis pengelolaan keuangan yang bisa Anda terapkan!


Mengapa UMKM Kuliner Harus Tahu Cara Mengelola Keuangan Usaha? 5 Alasan

Selain 3 alasan pada paragraf pembuka di atas, ada lagi alasan lain yang tidak kalah penting, seperti:


1. Mendukung Eksekusi Keputusan dan Ekspansi Bisnis

Di balik semua realisasi keputusan bisnis, pasti memerlukan dana yang cukup. Hal ini didukung oleh perencanaan keuangan yang benar.


Contoh kasusnya, Anda ingin menentukan harga jual yang optimal. Harus ada analisis biaya produksi dan target keuntungan yang diharapkan.


Apa tujuannya? Agar Anda bisa memastikan keuntungan yang didapat tidak terlalu membebani target pelanggan.


Begitu pula dengan keputusan Anda untuk membuka cabang baru. Tanpa data keuangan yang jelas, bagaimana Anda bisa tahu apakah keputusan tersebut menguntungkan atau tidak?


Penelitian oleh Marcellia Susan juga menunjukkan bahwa memiliki pemahaman literasi finansial, bagi pemilik bisnis, berdampak baik pada pertumbuhan UMKM.


2. Mendukung Pengajuan Pinjaman atau Pendanaan

Semua orang ingin bisnis yang mereka bangun bisa berjalan dan berkembang. Namun, seringnya tertabrak kenyataan modal atau dana yang kurang.


Nah, untuk mengajukan pinjaman atau pendanaan dari investor membutuhkan laporan keuangan yang rapi dan terstruktur.


Bahkan untuk pengajuan KUR (Kredit Usaha Rakyat), usaha Anda setidaknya sudah beroperasi selama 6 bulan.


Laporan keuangan yang sehat akan meningkatkan keyakinan pemberi pinjaman atau investor bahwa bisnis Anda dikelola dengan tepat dan memiliki prospek yang baik.


Selain itu, dengan data keuangan yang baik, Anda bisa menjelaskan bagaimana dana tersebut akan digunakan dan bagaimana pengembaliannya.


3. Memahami Kesehatan Bisnis secara Keseluruhan

Dengan rutin mencatat dan memantau laporan keuangan, Anda bisa mengetahui apakah bisnis dalam kondisi sehat atau sedang menghadapi masalah.


Misalnya, Anda bisa melihat apakah penjualan cukup untuk menutupi biaya operasional atau apakah ada peningkatan biaya yang tidak terduga.


Dengan memahami kondisi keuangan secara menyeluruh, Anda pun dapat mengambil tindakan preventif sebelum masalah menjadi lebih urgen. Setidaknya, Anda memiliki:


  • Laporan laba rugi untuk mengetahui berapa banyak keuntungan yang diperoleh.

  • Laporan neraca untuk menunjukkan apakah penggunaan modal usaha dilakukan secara efisien.

  • Laporan arus kas untuk memahami kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban keuangan dan apakah usaha memiliki risiko kehabisan dana.


4. Mengidentifikasi dan Mengendalikan Penggunaan Dana

Pengelolaan keuangan yang baik akan membantu Anda melihat dengan jelas area mana yang menghabiskan banyak biaya dan mencari cara untuk menguranginya.


Contonya, Anda menemukan bahwa biaya bahan baku terlalu tinggi. Solusinya, Anda memutuskan untuk mencari pemasok alternatif yang lebih murah.


Selain itu, dengan catatan keuangan yang rapi, Anda bisa memastikan bahwa setiap pengeluaran memiliki alasan yang jelas dan tidak ada pemborosan.


Ini akan menjaga arus kas tetap stabil dan menghindari masalah keuangan mendesak di masa depan.


5. Memastikan Kepatuhan Pajak dan Regulasi

Pajak adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap bisnis, dan ketidakpatuhan bisa berakibat pada denda atau masalah hukum.


Oleh sebab itu, pencatatan laporan keuangan haruslah rapi. Ini untuk memudahkan Anda menghitung kewajiban pajak dan membayar tepat waktu.


Dalam kasus Anda ingin ekspansi bisnis, pengelolaan keuangan yang efektif juga akan memperlancar Anda mempersiapkan audit atau pemeriksaan dari pihak berwenang.


Hasilnya, tidak ada lagi rama cemas karena Anda telah memastikan bahwa bisnis berjalan sesuai dengan peraturan yang ada.


7 Cara Mengelola Keuangan Usaha Kuliner Anda

Berikut penjelasan mengenai 7 cara efektif untuk mengelola aspek keuangan usaha Anda:


1. Harus Tahu Ilmu Dasar Manajemen Keuangan Bisnis

Ya, harus belajar dulu. Setidaknya, Anda memahami logika di balik pemilihan cara mengatur keuangan usaha.


Di antara UKM yang gagal, 60% menyebut arus kas sebagai penyebabnya. Makanya, dibutuhkan pemahaman yang kuat tentang dasar-dasar manajemen keuangan.


Contoh konsep umum yang harus Anda ketahui:


a. Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan adalah proses menetapkan tujuan keuangan dan merencanakan cara mencapainya, diperlukan:


  • Pembuatan anggaran tahunan.

  • Perencanaan arus kas.

  • Penetapan target penjualan.


b. Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah dokumen yang berisi informasi tentang kondisi keuangan usaha Anda.


Laporan keuangan membantu Anda melihat bagaimana kinerja bisnis dan membuat keputusan berdasarkan data yang akurat.


Sudah dijelaskan di atas, berikut laporan yang harus ada:


  • Neraca menunjukkan posisi keuangan usaha Anda pada suatu waktu tertentu, seperti aset, liabilitas, dan ekuitas.

  • Laba Rugi menunjukkan kinerja keuangan usaha Anda selama periode tertentu, seperti pendapatan, biaya, dan laba bersih.

  • Arus Kas menunjukkan pergerakan uang masuk dan keluar dari usaha Anda selama periode tertentu.


c. Analisis Rasio

Rasio keuangan memberikan wawasan tentang kemampuan bisnis Anda untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan panjang.


Rasio keuangan yang penting untuk dipelajari oleh para pengusaha kuliner adalah:


  • Profit margin untuk mengetahui berapa banyak keuntungan yang Anda peroleh dari setiap rupiah penjualan.

  • Return on investment (ROI) untuk menunjukkan berapa banyak keuntungan yang Anda peroleh dari setiap rupiah yang Anda investasikan.

  • Debt-to-equity ratio untuk menunjukkan seberapa besar utang Anda dibandingkan dengan modal sendiri.

  • Current ratio untuk memahami kemampuan Anda memenuhi kewajiban jangka pendek.


d. Manajemen Kas

Manajemen kas memastikan bahwa bisnis Anda memiliki cukup uang tunai untuk operasi sehari-hari.


Di sini, terdapat pemantauan arus kas masuk dan keluar, serta merencanakan kebutuhan kas untuk memastikan tidak ada kekurangan atau kehabisan dana.


e. Penganggaran Modal

Penganggaran modal adalah proses merencanakan dan menyetujui pengeluaran untuk aset/properti jangka panjang, seperti peralatan dapur, furnitur, dan kendaraan.


Penganggaran modal yang baik membantu Anda:


  • Memastikan bahwa Anda memiliki aset yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis.

  • Menggunakan modal secara efisien.

  • Meningkatkan profitabilitas usaha.


f. Pengelolaan Utang dan Piutang

Pengelolaan utang dan piutang penting untuk menjaga arus kas yang sehat. Ini berguna untuk:


  • Memastikan bahwa Anda dapat memenuhi kewajiban utang Anda tepat waktu.

  • Menagih piutang Anda secara efektif.

  • Mengurangi risiko kredit macet.


g. Analisis Break-even

Analisis break-even membantu Anda menentukan titik di mana pendapatan sama dengan biaya yang telah dikeluarkan. Analisis ini membantu Anda:


  • Menetapkan harga jual yang tepat untuk produk Anda.

  • Menentukan target penjualan yang realistis.

  • Mengetahui kapan bisnis mulai menghasilkan keuntungan.

  • Membuat keputusan yang tepat tentang investasi dan pengeluaran.


h. Pengelolaan Risiko

Pengelolaan risiko adalah proses mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko yang dihadapi oleh usaha Anda.


Tujuannya untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan keberlangsungan bisnis. Risiko yang dihadapi oleh usaha kuliner dapat berupa:


  • Risiko penurunan penjualan dapat terjadi karena faktor perubahan selera konsumen, persaingan yang semakin ketat, atau kondisi ekonomi yang buruk.

  • Risiko kenaikan biaya bahan baku karena faktor bencana alam, fluktuasi harga bahan baku, atau perubahan kebijakan pemerintah.

  • Risiko kehabisan dana biasanya terjadi karena pengelolaan keuangan yang buruk, investasi yang tidak tepat, atau piutang yang tidak tertagih.


Dengan memahami dan menerapkan ilmu dasar manajemen keuangan ini, Anda bisa mengelola keuangan usaha dengan lebih baik dan memastikan kesuksesan jangka panjang.


2. Jangan Mencampur Uang Pribadi dan Uang Usaha

Cara mengelola keuangan usaha yang kedua adalah memisahkan uang pribadi dan uang usaha.


Ini mungkin terdengar sepele, namun masih sering diabaikan oleh para pengusaha, terutama yang baru memulai.

Pemilik bisnis kuliner sedang menghitung hasil penjualan, memisahkan uang pribadi dan usaha.
Pemilik bisnis kuliner sedang menghitung hasil penjualan, memisahkan uang pribadi dan usaha.

Meskipun terlihat praktis, mencampur keuangan pribadi dan bisnis bisa menyebabkan berbagai masalah yang serius, seperti:


  • Sulit melihat kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya. Anda jadi tidak bisa tahu dengan pasti apakah bisnis untung atau rugi.

  • Memicu masalah pajak, soalnya Anda akan kesulitan melacak transaksi yang berkaitan dengan bisnis.

  • Merusak kebiasaan disiplin Anda. Pasalnya, ada kemungkinan dana bisnis tercampur dengan kebutuhan pribadi.


Nah, bagaimana cara memisahkan keuangan pribadi dan bisnis? Buka rekening bank terpisah, sekaligus kartu debit atau kartu kreditnya.


Pastikan semua pendapatan dan pengeluaran bisnis dilakukan melalui rekening khusus bisnis.


Selain itu, tetapkan gaji untuk diri sendiri. Ambil gaji dari keuntungan usaha Anda secara realistis dan teratur.


3. Buat Anggaran dan Rencana Keuangan yang Realistis

Anggaran yang baik membantu Anda mengontrol pengeluaran dan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan mendukung tujuan bisnis.


Mulai dengan mencatat semua sumber pendapatan, seperti penjualan harian, catering, atau pesanan khusus. Lalu, pengeluaran seperti apa yang perlu dicantumkan dalam anggaran?


  • Sewa tempat bulanan atau tahunan.

  • Jumlah dan biaya bahan baku yang diperlukan setiap bulan.

  • Biaya gaji, tunjangan, dan biaya jaminan sosial karyawan (jika ada).

  • Biaya listrik, air, dan gas yang akan Anda keluarkan setiap bulan.

  • Dana pemasaran untuk mempromosikan usaha Anda, seperti melalui media sosial, iklan, atau brosur.

  • Biaya lainnya yang mungkin Anda keluarkan, seperti biaya perbaikan, alat tulis, dan transportasi.


Pastikan Anda tetap realistis. Jangan membuat anggaran yang terlalu ketat atau terlalu longgar.


Anggaran yang terlalu ketat bisa membuat Anda kesulitan beroperasi, sedangkan anggaran yang terlalu longgar bisa menyebabkan pemborosan.


Gunakan data historis untuk memprediksi pengeluaran dan pendapatan di masa depan, sehingga anggaran Anda lebih realistis dan dapat diandalkan.


Alokasikan juga sebagian dana untuk biaya tak terduga, misalnya perbaikan peralatan dapur atau renovasi kecil.


4. Catat Arus Kas secara Teratur

Arus kas adalah pergerakan uang masuk dan keluar dari usaha Anda. Mengapa pencatatan arus kas penting?


  • Mengetahui kondisi keuangan usaha secara real-time.

  • Mencegah kehabisan dana secara tiba-tiba.

  • Membantu buat keputusan yang berdampak baik pada perkembangan bisnis.


Apa yang perlu ada dalam pencatatan arus kas?


  • Tanggal setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran.

  • Penjelasan singkat transaksi tersebut, misalnya "Penjualan bakso", "Pembelian bahan baku", atau "Gaji karyawan".

  • Jumlah uang yang masuk ke dan keluar dari usaha.


Apabila Anda ingin mencatat secara manual, gunakan buku catatan khusus pemasukan dan pengeluaran usaha.


Ada opsi lain yang lebih mudah dengan memanfaatkan sistem otomasi, seperti:


  • Spreadsheet atau Microsoft Excel untuk membantu Anda mencatat arus kas dengan lebih terorganisir.

  • Aplikasi kasir seperti nutapos dengan fitur laporan keuangan yang cocok untuk bisnis kuliner.


Selain itu, aplikasi kasir biasanya lebih mudah digunakan dan memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan dengan buku catatan atau spreadsheet.


Contohnya dengan nutapos, Anda tinggal memasukkan data awal stok dan uang kas.


Setiap ada penjualan yang terjadi, aplikasi akan secara otomatis menghitungnya, membuat laporan arus kas, laporan penjualan, laporan kartu stok, dan pembukuan lainnya.


5. Pantau Kesehatan Keuangan secara Berkala

Memantau kesehatan keuangan bisnis secara berkala penting untuk menjaga kestabilan dan mengontrol kemungkinan masalah keuangan yang tak terduga.


Sebaiknya, lakukan review bulanan. Di akhir bulan, periksa semua laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan arus kas.


Jangan dilihat saja! Pahami dan analisis dengan baik kondisi keuangan bisnis Anda. Contohnya, ada penurunan penjualan pada dua bulan terakhir, cari tahu penyebabnya dan strategi yang sesuai untuk meningkatkan penjualan.


Selain itu,menganalisis laporan keuangan memungkinkan Anda untuk:


  • Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan keuangan usaha Anda.

  • Mengidentifikasi kemungkinan kecurangan pada laporan.

  • Mengetahui area mana yang perlu diperbaiki.

  • Membuat keputusan bisnis yang lebih tepat.


6. Perhatikan Aset, Utang, dan Piutang yang Bisnis Anda Miliki

Anda perlu tahu persis apa yang Anda miliki (aset), berapa yang harus Anda bayar (utang), dan berapa yang harus Anda terima (piutang).


Aset bisa berupa aset tetap seperti peralatan dapur, furnitur, dan kendaraan atau aset lancar seperti persediaan bahan baku dan uang kas.


Pastikan semua aset dicatat dengan jelas dan periksa kondisinya secara berkala. Aset yang tidak terpakai atau rusak bisa dijual atau diperbaiki untuk meningkatkan efisiensi operasional.


Kemudian, pengelolaan utang harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan berutang berlebihan.


Sesuaikan dengan kebutuhan urgen usaha dan kemampuan Anda untuk membayarnya kembali. Ini untuk menghindari adanya denda keterlambatan dan menjaga kredibilitas usaha.


Jika memungkinkan, pahami dan negosiasikan ulang syarat-syarat hutang untuk mendapatkan suku bunga yang lebih rendah atau perpanjangan waktu pembayaran.


Terakhir, piutang bisa merujuk pada uang yang harus diterima dari pelanggan. Anda perlu menagih piutang tepat waktu dan membuat sistem untuk mengelolanya dengan efektif.


Piutang yang tidak tertagih bisa menyebabkan masalah arus kas dan mengganggu operasi bisnis.


7. Investasikan Dana untuk Perkembangan Bisnis secara Bijak

Investasikan sebagian keuntungan Anda untuk pengembangan bisnis secara bijak. Sebelum investasi, tentukan dulu area mana yang paling membutuhkan dana ini.


Apakah Anda perlu membeli peralatan dapur baru, membuat menu inovatif, memperluas lokasi, atau meningkatkan strategi pemasaran? Lalu, lakukan riset pasar untuk memahami tren dan kebutuhan pelanggan Anda.


Jika Anda berencana memperluas menu, cari tahu apakah menu baru tersebut memang sesuai dengan selera pelanggan dan memiliki potensi untuk meningkatkan penjualan.


Terakhir, setiap investasi harus dievaluasi berdasarkan potensi pengembalian (ROI) yang akan diperoleh.


Contohnya, Anda ingin mengeluarkan dana lebih untuk kampanye pemasaran online. Hitung berapa banyak penjualan tambahan yang diharapkan dari kampanye tersebut.


Ini membantu Anda memastikan bahwa setiap rupiah yang keluar mampu memberikan hasil yang maksimal.


nutapos, Aplikasi untuk Mengatur Keuangan Usaha Kuliner Anda

Mengatur keuangan usaha kuliner bisa jadi hal yang rumit, apalagi jika Anda masih pemula.


nutapos, aplikasi kasir yang dirancang khusus untuk bisnis kuliner, bisa menjadi teman bisnis yang setia membantu Anda dalam:


  • Mencatat penjualan dan transaksi dengan mudah.

  • Memantau kondisi keuangan secara real-time.

  • Mengelola persediaan bahan baku.

  • Menganalisis data penjualan.

  • Mengelola karyawan.

  • Menerima pembayaran.

  • Mencetak struk.



nutapos juga menyediakan masa percobaan gratis selama 14 hari tanpa syarat, setelah Anda mengunduh dan mendaftar di aplikasi.


Untuk informasi lainnya, silahkan bertanya atau beritahu kebutuhan spesifik bisnis Anda ke Mbak Karina (CS nutapos).


Kesimpulan

Mengatur keuangan usaha memang bisa jadi tantangan, tapi dengan 7 cara mengelola keuangan usaha yang baik dan tepat, Anda pasti bisa melakukannya.


Ingat, pisahkan uang pribadi dan usaha, buat anggaran yang realistis, dan catat arus kas dengan teliti.


Jangan lupa manfaatkan teknologi seperti aplikasi kasir nutapos untuk membantu Anda. Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus mengembangkan bisnis dan menikmati prosesnya.


Yuk, mulai sekarang terapkan tips ini dan lihat usaha kuliner Anda tumbuh dengan sehat dan sukses!

Comentarios


bottom of page