top of page
  • Instagram Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • LinkedIn
  • YouTube Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner
  • TikTok Nutapos - Aplikasi Kasir Kuliner

11 Ide Bisnis Makanan yang Menjanjikan dengan Modal Kecil


Aneka makanan cepat saji di Indonesia
Aneka makanan cepat saji di Indonesia (pizza, popcorn, hotdog, hamburger, chips, dan kentang)

Apakah Anda tengah mencari ide bisnis makanan yang dapat dijalankan dengan modal relatif kecil? Memulai usaha kuliner mungkin terdengar begitu menantang, terutama ketika kita memikirkan perkara modal dan persaingan pasar.


Namun, dengan memilih konsep yang tepat dan memahami apa yang diinginkan oleh calon pelanggan, Anda bisa mulai pelan-pelan dari awal.


Data dari Statista menyebutkan berbagai kriteria yang diinginkan oleh penikmat makanan di Indonesia: menggunakan bahan segar dan organik, rasanya lezat, sehat, terjangkau, dan ramah lingkungan!


Mereka juga menghargai kepraktisan dan kecepatan penyajian, supaya lebih mudah dipesan dan dinikmati.

Artikel dari nutapos kali ini akan membahas berbagai 11 ide yang diharapkan bisa menjadi inspirasi Anda!


Daftar isi

11 Ide Bisnis Makanan yang Menjanjikan tanpa Modal Besar

  1. Sandwich

  2. Churros Milo

  3. Ceker dan Sayap Mercon

  4. Pisang Nugget Crispy

  5. Seblak

  6. Dimsum

  7. Siomay

  8. Salad Buah

  9. Warung Indomie

  10. Rice Bowl

  11. Katering Makanan Sehat


Kesimpulan


11 Ide Bisnis Makanan yang Menjanjikan tanpa Modal Besar

Berikut daftar 11 ide bisnis kuliner yang bisa Anda eksplorasi lebih lanjut, dengan modal awal antara 3-10 juta:


1. Sandwich

Sandwich (roti lapis) merupakan pilihan populer untuk sarapan, makan siang, atau camilan sehat yang bisa dinikmati kapan saja.


Makanan ini terdiri dari satu atau lebih potongan roti dengan tambahan jenis isian daging, keju, sayuran, saus, dan acar. Agar sandwich lebih variatif, tawarkan juga berbagai pilihan rasa saus dan sandwich tanpa daging.


Anda bisa menargetkan pelajar, mahasiswa, karyawan kantor, atau orang tua yang membutuhkan solusi makanan cepat saji yang sehat.


Pastikan makanan yang dibuat memiliki packaging yang memungkinkan pelanggan Anda untuk membawa dan mengkonsumsinya kapan saja.


Ide bisnis makanan sandwich sangat fleksibel, bisa online atau offline, tergantung dengan kemampuan Anda. Secara online, pasarkan saja melalui platform media sosial dan aplikasi pesan.


Secara offline, Anda bisa menitipkan sandwich ke kantin sekolah atau kampus. Alternatif lain, Anda bisa membuka kios kecil di lokasi strategis.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Roti, daging seperti ayam atau sapi, sayuran segar, keju, dan saus variatif.

  • Peralatan: Pemanggang roti, pisau, papan potong, dan peralatan dapur standar.

  • Kemasan: Bungkus sandwich berbahan kertas lilin atau foil aluminium.


2. Churros Milo

Churros adalah jajanan asal Spanyol yang berbentuk seperti tongkat panjang. Adonannya digoreng dan biasanya ditaburi dengan gula.


Varian churros Milo menggabungkan kelezatan churros tradisional dengan rasa cokelat Milo yang populer, sehingga menjadikannya camilan manis yang menggugah selera.


Churros Milo menarik bagi segala usia, tetapi sangat populer di kalangan generasi muda yang menyukai camilan manis; mereka sering menikmatinya ketika sedang berkumpul bersama teman.


Churros Milo dapat dijual baik secara online maupun offline. Anda bisa membuka stan di sekolah, acara seperti bazaar atau acara kuliner. Jika ingin online, tawarkan produk Anda di media sosial atau kerjasama dengan aplikasi pengantaran makanan.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Adonan dasar churros, cokelat Milo, minyak untuk menggoreng, dan gula.

  • Peralatan: Alat penggorengan, alat pencetak churros, dan peralatan untuk mengaduk adonan.

  • Kemasan: Kertas karton atau kertas food grade yang dilapisi, sehingga dapat menahan minyak.


3. Ceker dan Sayap Mercon

Rasa pedas dapat membuat seseorang ketagihan, karena otak melepaskan endorfin untuk meredakan rasa sakit, sekaligus dopamin.


Selain itu, sebagian orang menyukai rasa pedas karena tantangan untuk mencoba dan menghabiskan makanan tertentu.


Dua hal ini membuat ide bisnis makanan ceker dan sayap mercon cocok untuk dijalani. Penggemar makanan ini tidak terbatas oleh umur, asal mereka suka saja.


Namun, untuk membuka bisnis ini, rasa camilan haruslah lezat; tidak cukup dengan pedas saja.

Anda bisa membuka warung kecil di rumah dan daftar ke aplikasi pengantaran makanan untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan.


Buat juga level kepedasan agar bisa menyesuaikan dengan tingkat toleransi pedas pelanggan, dari level 1 sampai 5 misalnya.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Ceker ayam segar, cabai, bumbu dapur lengkap.

  • Peralatan: Peralatan memasak standar, termasuk kompor, pisau, talenan, wajan, panci, dll.

  • Kemasan: Mangkuk kertas food grade dengan tutup yang tahan panas dan kelembapan.


4. Pisang Nugget Crispy

Pembuatan pisang nugget dimulai dari memotong pisang (atau dihancurkan), dibalut dengan adonan, kemudian digoreng.


Camilan inovatif ini sering dilengkapi dengan banyak pilihan topping, contohnya cokelat leleh, keju, matcha, tiramisu, stroberi, dan taro.


Variasi ini membuat pisang nugget begitu populer di semua kalangan, bahkan banyak kedai kopi dan kafe yang menyediakan camilan ini.


Pisang nugget crispy bisa dijual secara online melalui aplikasi pengantaran makanan, serta secara offline di kafe atau kios camilan di area Anda yang banyak dikunjungi orang.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Pisang yang berkualitas baik, adonan dasar, dan berbagai macam topping.

  • Peralatan: Fryer atau oven, alat pemotong, dan peralatan penunjang lainnya.

  • Kemasan: Kotak kertas atau plastik food grade yang tahan minyak dan anti bocor.


5. Seblak

Seblak adalah makanan khas Sunda; terbuat dari kerupuk basah yang direbus dengan bumbu pedas khas.

Biasanya, ada banyak pelengkap makanan seblak seperti telur, bakso, sosis, dan sayuran.


Seblak sangat digemari oleh berbagai kalangan usia, apalagi generasi muda dari pelajar sampai pekerja.

Makanan ini juga populer sebagai comfort food karena rasa pedasnya yang membangkitkan semangat.


Bisnis makanan kekinian seblak bisa Anda jual secara offline di kaki lima, food court, atau melalui gerai makanan kecil di berbagai pusat keramaian.


Untuk penjualan online, masukkan saja informasi produk Anda ke berbagai aplikasi pengantaran.

Ajak lebih banyak pelanggan dengan mengadakan tantangan makan seblak pedas di media sosial!


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Kerupuk yang belum digoreng, bumbu khas seblak (cabai, bawang putih, dll), dan pelengkap seperti telur, sosis, dan sayuran.

  • Peralatan: Kompor dan peralatan masak standar, serta perlengkapan untuk mengemas makanan.

  • Kemasan: Kemasan yang aman untuk makanan panas dan tahan bocor.


6. Dimsum

Dimsum dikenal dengan keanekaragaman bentuk dan rasanya yang lezat, serta cara penyajiannya yang unik dalam keranjang bambu.


Berasal dari Cina, dimsum biasanya dimakan sebagai makanan ringan atau makan siang. Makanan ini bisa dikukus atau digoreng, dan terdiri dari berbagai pilihan seperti hakau, siomay, lumpia kulit tahu, bakpao, mantau, dan lainnya.


Beberapa contoh menu dimsum
Berbagai contoh menu dimsum goreng dan kukus

Agar modal mencukupi, Anda cukup fokus saja pada beberapa varian. Jika ingin berjualan secara online, tawarkan produk melalui media sosial dengan membuat paket katering.


Tawarkan juga bisnis kuliner dimsum Anda kepada tetangga yang ingin mengadakan acara, seperti ulang tahun, pesta pernikahan, atau arisan.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Bahan baku berkualitas seperti daging ayam, udang, daging babi, serta bahan-bahan untuk adonan dan saus.

  • Peralatan: Steamer besar, penggoreng, dan peralatan dapur untuk persiapan adonan.

  • Kemasan: Kotak kertas berbahan karton tebal, dilapisi plastik dan memiliki sekat agar dimsum tetap terpisah.


7. Siomay

Siomay adalah jajanan pinggir jalan yang terbuat dari ikan tenggiri atau ayam. Kemudian, dicampur dengan tepung tapioka dan dikukus. Terkadang, masih ada penjual siomay yang berkeliling di sekitar komplek perumahan atau sekolah.


Siomay disajikan dengan saus kacang; pelanggan dapat memilih ingin pakai saus, kecap manis, dan/atau perasaan jeruk limau. Selain itu, ada juga pilihan lain seperti tahu, tahu bakso, telur rebus, kentang rebus, dan kol rebus.


Ide bisnis makanan ringan ini ideal untuk dijual secara offline dan online. Anda bisa membuka stan atau berkeliling di sekitar area keramaian. Kemudian, kerjasama dengan aplikasi pengantaran online.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Ikan tenggiri atau ayam, tepung tapioka, dan bahan-bahan untuk saus kacang.

  • Peralatan: Kukusan, alat penggiling ikan, dan peralatan dapur umum.

  • Kemasan: Kotak atau plastik food grade agar mudah dibawa.


8. Salad Buah

Salad buah terbuat dari campuran berbagai jenis buah segar dan disajikan dengan saus atau dressing tertentu untuk menambah rasa.


Makanan sehat ini masih populer di kalangan pelanggan karena kaya akan serat dan vitamin. Apalagi mereka sangat ingin menjaga pola makan, makanya mencari alternatif camilan enak.


Anda dapat menawarkan berbagai paket salad buah, seperti paket sarapan yang termasuk granola atau paket energi dengan tambahan superfood seperti chia seeds atau goji berries.


Lalu, kunjungi beberapa kafe atau kantin, dan ajak mereka untuk jalin kerjasama dengan bisnis Anda. Sediakan juga pilihan pemesanan di aplikasi pengantaran online.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Berbagai jenis buah segar, saus atau dressing (seperti yoghurt atau madu), dan bahan tambahan seperti kacang atau biji-bijian.

  • Peralatan: Peralatan dasar dapur untuk mengolah buah, dan pendingin untuk menyimpan buah agar tetap segar.

  • Kemasan: Cup plastik bening dengan tutup, biasanya terbuat dari plastik PET yang transparan dan aman untuk makanan.


9. Warung Indomie

Siapa yang tidak mengenal Indomie, produk mie instan legenda dengan banyak pilihan rasa?

Di kala hujan atau akhir bulan, setiap masyarakat Indonesia pasti memiliki keinginan untuk makan mie instan yang satu ini.


Makanya, membuka warung Indomie yang berlokasi di dekat universitas atau area keramaian lainnya bisa sangat menguntungkan untuk Anda.


Namun, jangan berhenti di produk mienya saja. Tawarkan berbagai topping, level pedas, atau sayuran lain untuk melengkapi makanan inti, sesuai dengan selera pelanggan. Untuk meningkatkan penjualan, Anda bisa menyediakan promosi pada jam malam tertentu.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Mie Indomie, berbagai bahan tambahan seperti telur, keju, sosis, sayuran, dan bumbu tambahan.

  • Peralatan: Peralatan memasak yang memadai untuk memasak mie dan lauknya, seperti panci, pisau, wajan, spatula, dll.

  • Kemasan: Mangkuk styrofoam atau kertas food grade. Kemasan ringan, tertutup, dan mampu menahan panas.


10. Rice Bowl

Rice bowl terdiri dari nasi yang disajikan dalam mangkuk. Umumnya dilengkapi dengan berbagai jenis lauk seperti daging, sayuran, dan saus.


Berkat kemudahan penyajian, rice bowl sangat diminati untuk makan siang atau ideal sebagai opsi makan cepat. Dalam memilih target pasar, Anda bisa fokus ke:


  • Mahasiswa yang mencari makanan terjangkau dan bergizi.

  • Pekerja kantoran yang menyukai opsi take away atau delivery.

  • Orang tua yang tidak sempat membuat bekal makanan anak.


Anda dapat menjalani bisnis online saja, agar lebih memudahkan calon pelanggan untuk menyelesaikan pemesanan. Sebarkan ke media sosial mengenai produk makanan yang Anda sediakan, dan pakai aplikasi pengantaran online.


Pastikan pula rice bowl memiliki berbagai variasi: Korean Beef Bowl, Teriyaki Chicken Bowl, Veggie Bowl, dan sebagainya.


Pilihan lain, Anda dapat menyediakan opsi kustomisasi, di mana pelanggan boleh memilih jenis nasi, tambahan tempe/tahu, dan saus.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Beras berkualitas, protein seperti ayam, sapi, atau tempe, serta sayuran segar.

  • Peralatan: Peralatan dapur untuk memasak nasi dan lauk, serta wadah mangkuk yang cocok untuk takeaway.

  • Kemasan: Mangkuk kertas dengan penutup yang biasanya terbuat dari kertas food grade tahan panas atau plastik PP (polypropylene).


11. Katering Makanan Sehat

Bisnis katering makanan sehat ideal untuk Anda yang sangat memperhatikan nutrisi dan nilai gizi suatu hidangan.


Terlebih lagi, Anda ingin menyajikan makanan yang proses produksinya higienis dan menggunakan bahan baku lokal yang segar dan organik.


Oleh sebab itu, bisnis ini khusus dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat atau diet pelanggan, dengan menawarkan menu rendah kalori, tinggi protein, dan bebas gluten.


Katering makanan sehat lebih banyak beroperasi secara online melalui aplikasi pesan, media sosial, dan website.


Untuk memulainya, Anda bisa menyediakan paket langganan mingguan yang mencakup beberapa pilihan menu makanan dan camilan. Paket juga bisa pelanggan kustomisasi sendiri untuk menyesuaikan kebutuhan kalori dan nutrisi mereka.


Kebutuhan calon pemilik usaha:

  • Bahan Baku: Bahan makanan segar dan berkualitas tinggi, pilihan organik jika memungkinkan.

  • Peralatan: Peralatan dapur yang sesuai untuk mengolah makanan sehat.

  • Kemasan: Kemasan yang menjaga keutuhan gizi makanan, seperti BPA-free plastik atau kertas food grade yang ramah lingkungan.


Kesimpulan

Berbagai ide bisnis makanan yang telah dibahas, menunjukkan betapa beragamnya peluang yang bisa Anda ambil dengan kreativitas dan manajemen yang tepat.


Dari kudapan manis hingga hidangan lengkap, setiap jenis usaha ini memiliki potensi pasar tersendiri yang bisa dikembangkan baik secara offline maupun online.


Selain memilih jenis makanan, faktor lain seperti pemilihan kemasan yang tepat dan strategi pemasaran yang efektif sangat penting untuk menarik minat konsumen dan mempertahankan kelangsungan usaha Anda.


Tidak ingin ribet mencatat penjualan bisnis Anda? Serahkan manajemen keuangan, stok, dan produk ke nutapos!


nutapos adalah aplikasi kasir khusus bisnis kuliner di Indonesia, dengan pengguna lebih dari 1200+ bisnis. Kunjungi halaman fitur nutapos atau hubungi Mbak Karina di sini.

Comments


bottom of page